,
Rabu, 12 Agustus 2020 - 03:40:29 WIB
Disbudpar Kembangkan Wisata Budaya di Desa Peramasan Atas
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 202 kali

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berencana mengembangkan Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan alam di Kabupaten Banjar ini.

 

Kasi Kemitraan dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata Apri Suharto, ST. MT. saat menghadiri aruh ganal, mengatakan, daerah Paramasan merupakan salah satu daerah yang masih sangat kental menjunjung tinggi adat istiadat daerah.

 

Hal tersebut berpotensi untuk terus menjalin kebersamaan, persatuan, dan kesatuan termasuk untuk menjadi salah satu daya tarik sektor pariwisata. Ia mengatakan ada tiga komponen utama dalam kesuksesan sebuah pembangunan, yaitu adanya pemerintah sebagai pembuat perencanaan dan pembuat kebijakan pembangunan, kemudian, berkembangnya sektor usaha dari swasta dan yang ketiga adalah para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat.

 

"Para tokoh-tokoh ini yang senantiasa membina masyarakat menjaga keragaman dan juga rasa persudaraan dan persatuan sehingga tercipta rasa aman dan damai," tandasnya. 

 

Dalam sambutannya Apri menitipkan pesan, agar masyarakat bersama-sama menjaga perdamaian, kerukunan persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Selain itu, tambah dia, juga selalu menjaga dan membina rasa persaudaraan dan meningkatkan silaturahim, kedepan sektor pariwisata juga akan dikembangkan di Kecamatan Paramasan. Daya tarik pariwisata yang akan di kembangkan tersebut adalah air terjun dan kegiatan budaya daerah setempat.

 

Salah satu keindahannya budaya daerah tersebut antara lain adalah digelarnya budaya Aruh Ganal Adat Dayak Paramasan, Kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar, Selasa (4/8) malam. 

 

Upacara adat tersebut dilakukan sebagai wujud syukur masyarakat adat dayak atas panen yang melimpah. 

 

Beragam prosesi digelar, seperti tarian babangsai yang terdiri dari para wanita dan pria dan tarian babalian untuk mengelilingi langgat yang sudah dihias serta diiringi musik gendang dan sarunai.

 

Kepala Desa Paramasan Atas H. Ihsan mengatakan, Babalai Adat Induk Dayak ini merupakan rangkaian upacara syukuran sebelumnya telah dilaksanakan upacara Bapalas dan Babalai Kambang. Babalai adat ini dilaksanakan 6 hari 6 malam.

 

Upacara adat dayak ini dilakukan tiga kali dalam setahun tahapan pertama adalah Bapalas yakni mengacu tanaman padi yang berumur 3 bulan tingginya mencapai 10 sampai 15 cm, sebagai tanda syukur kepada tuhan karena tidak terkena penyakit. 

 

Sedangkan Babalai Kambang sudah panen tetapi belum habis dipanen juga sebagai ucapan syukur dan menjalin silaturahmi," ucapnya pada Silaturahmi Babalai Adat di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Selasa (4/8) malam.

 

Ditambahkanya, kegiatan Babalai Adat ini juga sebagai sarana untuk mengenalkan kebudayaan yang dimiliki Indonesia khususnya Kabupaten Banjar.

 

Kepala Adat Dayak Desa Peramasan Atas Mustar mengatakan kegiatan Babalai Adat ini sudah turun temurun dilakukan hingga sekarang yang bertujuan untuk meminta berkah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur agar terhindar dari musibah.



0 Komentar :




Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2012 Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab Banjar. All rights reserved.Theme Design - CV.Rickomputer