,
Senin, 03 September 2018 - 10:36:19 WIB
Disbudpar Kembangkan Peramasan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 358 kali

Martapura - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berencana mengembangkan Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan alam di Kabupaten Banjar ini.

 

Kabid kebudayaan Yuana Karta Abidin saat menghadiri aruh ganal, mengatakan, daerah Paramasan merupakan salah satu daerah yang masih sangat kental menjunjung tinggi adat istiadat daerah.

Hal tersebut berpotensi untuk terus menjalin kebersamaan, persatuan, dan kesatuan termasuk untuk menjadi salah satu daya tarik sektor pariwisata. Ia mengatakan ada tiga komponen utama dalam kesuksesan sebuah pembangunan, yaitu adanya pemerintah sebagai pembuat perencanaan dan pembuat kebijakan pembangunan, kemudian, berkembangnya sektor usaha dari swasta dan yang ketiga adalah para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat.

"Para tokoh-tokoh ini yang senantiasa membina masyarakat menjaga keragaman dan juga rasa persudaraan dan persatuan sehingga tercipta rasa aman dan damai," tandasnya. 

Dalam sambutannya Yuana menitipkan pesan, agar masyarakat bersama-sama menjaga perdamaian, kerukunan persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, tambah dia, juga selalu menjaga dan membina rasa persaudaraan dan meningkatkan silaturahim, kedepan sektor pariwisata juga akan dikembangkan di Kecamatan Paramasan. Daya tarik pariwisata yang akan di kembangkan tersebut adalah air terjun dan kegiatan budaya daerah setempat.

Salah satu keindahannya budaya daerah tersebut antara lain adalah digelarnya budaya Aruh Ganal Adat Dayak Paramasan, Kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar, Jum’at (31/8) malam. 

Upacara adat tersebut dilakukan sebagai wujud syukur masyarakat adat dayak atas panen yang melimpah. 

Beragam prosesi digelar, seperti tarian babangsai yang terdiri dari para wanita dan pria dan tarian babalian untuk mengelilingi langgat yang sudah dihias serta diiringi musik gendang dan sarunai.

Kepala Desa Paramasan Bawah Suwardi mengatakan, Babalai Adat Induk Dayak ini merupakan rangkaian upacara syukuran sebelumnya telah dilaksanakan upacara Bapalas dan Babalai Kambang. Babalai adat ini dilaksanakan 9 hari 9 malam sejak tanggal 27 Agustus 2018.

Upacara adat dayak ini dilakukan tiga kali dalam setahun tahapan pertama adalah Bapalas yakni mengacu tanaman padi yang berumur 3 bulan tingginya mencapai 10 sampai 15 cm, sebagai tanda syukur kepada tuhan karena tidak terkena penyakit. 

Sedangkan Babalai Kambang sudah panen tetapi belum habis dipanen juga sebagai ucapan syukur dan menjalin silaturahmi," ucapnya pada Silaturahmi Babalai Adat di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Jum’at (31/8) malam.

Ditambahkanya, kegiatan Babalai Adat ini juga sebagai sarana untuk mengenalkan kebudayaan yang dimiliki Indonesia khususnya Kabupaten Banjar.

Damang Adat Kabupaten Banjar Umung mengatakan kegiatan Babalai Adat ini sudah turun temurun dilakukan hingga sekarang yang bertujuan untuk meminta berkah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur agar terhindar dari musibah.

 



0 Komentar :


Copyright © 2012 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar.